Senin, 18 Mei 2015

SEKILAS TENTANG BAJA RINGAN

Baja adalah logam campuran yang tediri dari besi (Fe) dan karbon (C). Jadi baja berbeda dengan besi (Fe), alumunium (Al), seng (Zn), tembaga (Cu), dan titanium (Ti)yang merumakan logam murni. Dalam senyawa antaa besi dan karbon (unsur nonlogam) terrsebut besi menjadi unsur yang lebih dominan dibanding karbon. Kandungan kabon berkisar antara 0,2 – 2,1% dari berat baja, tergantung tingkatannya. Secara sederhana, fungsi karbon adalah meningkatkan kwalitas baja, yaitu daya tariknya (tensile strength) dan tingkat kekerasannya (hardness). Selain karbon, sering juga ditambahkan unsur chrom (Cr), nikel (Ni), vanadium (V), molybdaen (Mo) untuk mendapatkan sifat lain sesuai aplikasi dilapangan seperti antikorosi, tahan panas, dan tahan temperatur tinggi.clip_image002
 

image
Baja ringan merupakan baja berkualitas tinggi yg bersifat ringan, tipis sehingga cocok digunakan untuk atap bangunan baik rumah, maupun gedung. Karena ketebalnya yang tipis antara 0,45 mm s/d 1 mm maka bahan utama baja ringan haruslah terbuat dari baja mutu tinggi G550 yang memiliki kekuatan yang sangat baik. Uji kualitas ini hanya dapat dibuktikan di laboratorium.
Secara umum dikenal pembentukan baja dengan metode Hot Rolled atau dengan istilah canai panas. Dalam proses ini balok baja dipanaskan dengan suhu tinggi kemudian melalui serangkaian roll baja dan dibentuk sesuai dengan keinginan misalnya baja IWF, H Beam, CNP dll.
Untuk baja tipis atau baja ringan dikenal pembentukan baja dengan metode Cold Forming dan hasilnya di kenal dengan istilah Cold Formed Section. Metode pembentukan yang biasanya dilakukan adalah Roll Forming, melewatkan plat baja ke serangkaian roll hingga produk yang diinginkan tercapai.
Apabila unsur tersebut bercampur dengan air dan udara  akan timbul reaksi yang mendorong terjadinya karat. Maka baja ringan perlu dilapisi antikarat. Pengaplikasian lapisan antikarat sangat penting untuk menjaga agar material awet dan tahan lama.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar