Senin, 18 Mei 2015

MENGAPA DISEBUT BAJA RINGAN

Baja ringan, istilah yang semakin semakin dikenal utamanya di Indonesia, mengapa istilah ini muncul? saya belum mengetahui asal mula munculnya istilah ini. Namun sebagai gambaran, baja struktural yang pertama populer adalah baja konvesional "hot rolled steel" atau baja canai panas. Baja yang dipakai umumnya sangat berat dengan ketebalan rata-rata di atas 5mm.  Kemudian baja ringan muncul dengan bobot yang ringan namun mampu digunakan sebagai komponen struktur, sehingga mungkin munculnya istilah "baja ringan" karena hal ini.
Istilah baja ringan secara internasional lebih dikenal dengan sebutan Light Gauge Steel atau terjemahan bebasnya adalah baja dengan ketebalan kecil (gauge diistilahkan sebagai ketebalan), atau ada juga istilah cold formed steel atau cold rolled steel atau baja dengan pembentukan atau pengerolan dingin. Sejatinya memang baja ringan dibentuk dalam kondisi dingin.
Memang secara umum metode pembentukan baja dapat dibagi menjadi dua seperti di bawah ini.
Metode Pembentukan Baja
1. Hot Rolled Steel
clip_image002
Hot Rolled Steel
(sumber : www.kanoigroup.com)

Hot Rolled Steel, atau dikenal di Indonesia sebagai baja canai panas, adalah metode pembentukan produk baja dalam keadaan panas. Bongkahan baja yang lurus dipanaskan hingga suhu pembentukan, kemudian dimajukan kepada serangkaian roll hingga terbentuk profil baja. Sebagai contohnya adalah profil IWF, H-Beam, Siku, dst.
2. Cold Formed Steel/ Cold Rolled Steel
clip_image004
Cold Rolled Steel
(sumber : steelconstruction.info)

Metode pembentukan baja ini dilakukan secara 'dingin', atau pada suhu ruang biasa. Dengan metode pembentukan ini, ketebalan bajanya tidak bisa besar, cukup yang tipis sehingga bisa memenuhi bentuk yang diinginkan. Dengan penggunaan baja yang tipis ini mungkin dirasakan lebih ringan daripada baja tebal. 
Istilah cold rolled juga sangat terlalu spesifik karena metode pembentukan baja ringan ada berbagai cara.
Metode Pembentukan Profil Baja Ringan
Untuk baja tipis atau baja ringan, proses yang dikenakan dikenal dengan pembentukan dingin atauCold Forming dan hasilnya biasa dikenal dengan Cold Formed Section. Dalam pembentukan ini pelat baja dalam konsdisi suhu kamar akan dibentuk. Metode pembentukan yang biasa dilakukan adalah :
1. Roll Forming
Proses roll forming dilakukan dengan melewatkan pelat baja ke dalam serangkaian roll hingga produk yang diinginkan tercapai.  Mesin roll forming yang baru sudah terkomputerisasi sehingga dapat melubangi, dan mencetak label di ujung proses setelah profil terbentuk. Produktivitas proses roll forming sangatlah tinggi sehingga dalam waktu singkat profil dapat segera terbentuk, itulah kelebihannya.
clip_image006
clip_image005
Tahapan Proses Roll Forming

Namun kekurangannya adalah satu mesin dengan roll set yang telah disiapkan hanya dapat membuat satu bentuk yang telah ditetapkan sehingga harus memesan mesin baru jika menginginkan bentuk baru meski hanya sekedar menambah tekukan atau lipatan.
2. Punching
clip_image007
clip_image009
Gambaran Proses Punching

Proses kedua adalah proses pembentukan  dengan menggunakan mesin punch atau mesin pons. Pelat baja disimpan di atas die-set dan kemudian proses punching dengan tekanan tinggi akan melubangi dan membentuk pelat baja tersebut. Proses ini biasa dilakukan pada pembuatan aksesoris atau komponen-komponen kecil dari baja ringan.
Proses pembentukan suatu aksesoris biasanya akan melibatkan beberapa tahapan proses punching, sehingga untuk mempercepat prosesnya biasanya dibuatkan sistem progressive.  Dengan cara ini proses punching akan berjalan secara berurutan melakukan berbagai tahapan pembentukan dengan die-set yang sudah tersusun secara berurutan juga.












1 komentar: